September 08, 2019

Wanita Tersandera Foto Vulgar

WANITA TERSANDERA FOTO VULGAR

Assalamualaikum wr.wb
Saya perempuan, sebelumnya saya berterima kasih karena Bapak telah membaca pertanyaan saya. Jadi saya mau bertanya dan minta saran apa yang seharusnya saya lakukan. Pada masa lalu sekitar 3th yang lalu saya berbuat dosa besar, yaitu berzina. Saya sangat menyesal, hal itu saya lakukan tidak cuma 1 kali. Saya melakukannya dengan pacar saya, dia janji akan bertanggung jawab. Dia memberi saya iming2 tanggung jawab tapi juga tetap meminta melakukan hal tsb. Bahkan saya sampai sering diancam kalau tidak mau akan disebarkan aib saya, foto2 vulgar saya. Saya tidak bisa melawan, saya takut. Pernah karena saya tidak mau diajak melakukan hal tsb, saya juga diancam putus & foto2 tsb akan menyebar.

Intinya saya diinjak2, diperlakukan sesuai keinginannya. Sampai suatu ketika saya lelah, saya pasrah. Saya tidak peduli dia akan menyebarkan aib saya. Saya malah meminta putus balik, batin saya tersiksa. Dan sekarang malah dia yang mengejar - ngejar saya dengan alih2 ingin bertanggung jawab. Tapi saya sudah tidak mau berhubungan dengan dia lagi, saya tersiksa. Dia terus menerus mengejar saya bertahun2, sampai akhirnya dia menceritakan aib saya kepada teman saya, dia juga menyebar foto saya kepada teman saya. Dia memaksa ingin bertanggung jawab. Tapi dari hati saya yang paling dalam, saya sudah tidak mau berurusan dengan dia lagi, saya mau bertaubat. Saya sangat menyesali perbuatan saya dulu. Karena setelah beberapa tahun pun dia tetap sama saja. Dia tetap kasar kepada saya, bahkan saat dia memaksakan kehendaknya mau bertanggung jawab, namun dia menggunakan kata2 kasar karena emosi.

Saya tidak nyaman, batin saya tersiksa jika harus tetap bersama dia. Apalagi kalau saya sampai harus menikah dengannya. Sampai sekarang detik ini pun dia terus menerus menghubungi saya. Sampai sekarang saya sering menangis karena dihantui penyesalan dan aib yang diketahui orang lain.

Sedangkan saya sekarang sudah punya laki2 yang saya cintai dan berniat ke hubungan yang lebih serius dan saya juga akan jujur kepadanya kalau saya sudah tidak suci lagi.

Pertanyaan saya :

1. Apakah yang harus saya lakukan? Bagaimana pendapat uztad? Apakah saya harus menerima orang tersebut sedangkan saya sudah tidak mau berurusan lagi dengannya?

2. Apakah saya tidak bisa mendapatkan laki-laki yang baik?

3. Bagaimana cara saya mengatasi masalah ini?

Maaf jika kurang jelas penulisannya. Terima kasih. Saya harap pertanyaan saya segera dijawab. Wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

1. Sebaiknya lupakan masa lalu anda. Dia telah membuat anda sengsara lahir batin. Dan dia akan mengulangi kesengsaraan anda berkali-kali ketika anda memutuskan untuk bersama dia. Putus dengan dia adalah salah satu cara untuk memperbaiki diri sekaligus bertaubat mohon pengampunan Allah. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

2. Wanita yg pernah berdosa besar berhak mendapat laki-laki yang baik apabila sudah taubat nasuha. Saat dia secara konsisten bertaubat nasuha, maka dia seperti bayi yang baru lahir. Diampuni dosa masalalunya. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

3. Abaikan dia. Putuskan sama sekali berkomunikasi dengannya. Ganti nomor, ganti ID medsos, dll. Fokus berteman dengan pria yang baik yang sudah anda kenal atau yang belum anda kenal. Carilah jodoh berdasarkan pada rekam jejak kepribadian dan agamanya. Bukan pada tampangnya atau status sosialnya. Baca detail: Cara Mendapat Jodoh

CALON ISTRI PERNAH BERZINA

Assalamu'alaikum ustad
Saya berecana akhir tahun akan menikah akan tetapi setelah masa perkenalan 3 bulan calon istri saya mengakui dia pernah berzina dengan mantannya dlu karna kepolosan remaja dan skrg ia menyesalinya dan sangat ingin berniat lebih baik lagi dengan saya.

Pertanyaan saya

1.apakah saya harus tetap melanjutkan hubungan ini ? akan tetapi hati kecil saya masih belum terima.

2.kalopun saya berniat mengakhiri hubungan dengan dia. perkataan apakah yg harus saya katakan kepada kedua orngtuanya ?
Disisi lain kedua orngtuanya sangat baik kepada saya dan bahkan dlm ibadah nya pun sangat taat. Sehingga saya amat segan untuk berbicara hal seperti itu.

3.saya adalah seorang laki2 yg mempunyai adik perempuan dan tinggal hidup berdua untuk skrg ini. Yg bnar2 butuh figur pendamping yg bs membimbing adik saya yg msih skolah SMK. Untuk kedekatan calon istri saya memang sudah dekat dgn adik saya dan sama2 bs mengenal satu sama lain.
Apakah saya masih harus tetap melanjutkan hubungan dgn calon saya trsbt ?
Akan tetapi kembali lagi ke hati saya yg masih belum menerima sepenuhnya atas masa lalunya. Yg saya khawatirkan dilain waktu ketika saya sudah menjadi satu atap akan muncul penyesalan2 yg mungkin membuat hubungan tidak harmonis nantinya.

4. Dahulu saya pernah ditinggalkan seseorang yg saya cintai dan dia pergi begitu saja padahal saya sudah ada niatan baik untuk menikahinya, dan seketika itu saya sempatkan shalat istiharah disetiap malam dan saya meminta seseorng yg bs mnerima sya dan wanita sosok sederhana. Selang beberapa bulan saya benar dikenalkan dgn perempuan yg skrg menjadi calon istri saya yg sosoknya memang sederhana dan menerima saya dlm kondisi apapun. Akan tetapi setelah saya mengetahui akan masa lalunya saya pun menjadi down.
Hingga berpikir apa ini trmasuk jawaban dr doa istiharah saya waktu itu ?

5.dahulu bapak saya memang pemain perempuan dan bahkan menjadi laki2 punya banyak selingkuhan. Akan tetapi sudah ditinggalkan kebiasaan buruk masa lalunya setelah berkelurga dgn ibu saya. Apa kejadian yg saya alami termasuk karma buruk yg pernah dilakukan bapak saya sehingga menimpa saya skrg ? Yg dlm hal apa iya saya menikahi seaeorang yg mungkin sudah pernah berzina ? Sedangkan saya termasuk laki2 yg tidak pernah bergaul dgn hal tersebut.

Minta pendapatnya ustad, Apa yg haru saya lakukan untuk sekarang ini ?

Sekian dan terimakasih ustad

JAWABAN


1. Kalau anda masih ragu untuk bisa tulus menerima kenyataan ini, maka sebaiknya mundur.

2. Katakan apapun tapi selain soal zina itu. Karena itu akan menyakiti mereka. Misalnya, katakan tidak menemukan kecocokan, dll.

3. Dalam menikah, hal utama yang jadi pertimbangan adalah diri sendiri. setelah itu baru memikirkan orang lain. Kalau anda merasa ragu dengan status masa lalunya, maka jangan diteruskan. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

4. Tidak. Dengan kenyataan seperti itu, berarti wanita itu bukan calon anda yang sesuai dengan istikharah anda. Baca detail: Shalat Istikharah

Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini.. Konsultasi agama, kirim via email: alkhoirot@gmail.com


EmoticonEmoticon