Hot!

Cara Sunnah Memotong Kuku

Cara Sunnah Memotong Kuku

WAKTU SUNNAH MEMOTONG /POTONG KUKU

Assalamu'alaikum wa rahmatullah, Ustad, saya mau tanya tentang kesunnahan memotong kuku.

Ada yang bilang:
1. Dari telunjuk kanan sampai ke kelingking lalu lanjut ke kelingking kiri sampai terakhir jempol kanan.
2. ‎Dari kelingking sampai jempol kanan lalu telunjuk kiri sampai kelingking kiri terakhir jempol kiri.

Yang benar yang mana, ya? Atau ada kesunnahan yang lain lagi?

Terima kasih, Ustad..
Assalamu'alaikum wa rahmatullah

JAWABAN

MULAI TANGAN LALU KAKI

Ada petunjuk umum dari Nabi untuk mendahulukan yang kanan dari yang kiri. Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dari Aisyah ia berkata:

عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ : ( كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

Artinya: Nabi selalu mendahulukan yang kanan saat memakai sandal, menyisir, bersuci, bahkan dalam seluruh perilakunya.

Dalam menjelaskan hadits ini, Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 1/339, menyatakan:

تقليم الأظفار مجمع على أنه سنة , وسواء فيه الرجل والمرأة واليدان والرجلان , ويستحب أن يبدأ باليد اليمنى ثم اليسرى ثم الرجل اليمنى ثم اليسرى

Artinya: Memotong kuku hukumnya sunnah secara ijmak pada laki-laki dan perempuan pada kedua tangan dan kaki. Sunnah mendahulukan tangan yang kanan lalu tangan kiri kemudian kaki kanan lalu kaki kiri.

MULAI DARI JARI TELUNJUK TANGAN KANAN

Secara lebih detail, Imam Nawawi menjelaskan dalam Syarah Muslim, hlm. 3/149, sbb:

ويستحب أن يبدأ باليدين قبل الرجلين فيبدأ بمسبحة يده اليمنى ، ثم الوسطى ، ثم البنصر ، ثم الخنصر ، ثم الإبهام ، ثم يعود إلى اليسري فيبدأ بخنصرها ثم ببنصرها ، إلى آخرها ثم يعود إلى الرجلين اليمنى فيبدأ بخنصرها ويختم بخنصر اليسرى . والله أعلم

Artinya: Sunnah memulai potong kuku dari kedua tangan tangan sebelum kedua kaki. Dimulai dari jari telunjuk tangan kanan, lalu jari tengah, lalu jari manis, kelingking, jempol. Kemudian ke tangan kiri dimulai dari jari kelingking, lalu jari manis, dan seterusnya (yakni jari tengah, telunjuk, jempol). Lalu kedua kaki kanan dimulai dari jari kelingking, dan berakhir pada jari kelingking kiri.

WAKTU / HARI POTONG KUKU YANG SUNNAH

Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam Fathul Bari, hlm. 10/346, menyatakan:

ولم يثبت أيضا في استحباب قص الظفر يوم الخميس حديث، وقد أخرجه جعفر المستغفري بسند مجهول، ورويناه في مسلسلات التيمي من طريقه، وأقرب ما وقفت عليه في ذلك ما أخرجه البيهقي من مرسل أبي جعفر الباقر قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يستحب أن يأخذ من أظفاره وشاربه يوم الجمعة. وله شاهد موصول عن أبي هريرة، لكن سنده ضعيف، أخرجه البيهقي أيضا في الشعب.

وسئل أحمد عنه فقال: يسن في يوم الجمعة قبل الزوال، وعنه يوم الخميس، وعنه يتخير، وهذا هو المعتمد: أنه يستحب كيف ما احتاج إليه.

Artinya: Tidak ada dalil hadits atas sunnahnya memotong kuku pada hari Kamis. Memang ada hadits dari Ja'far dengan sanad yang majhul. Saya juga meriwayatkan hadits musalsal darinya. Dalil terdekat adalah hadits riwayat Baihaqi dari hadits mursalnya Abu Ja'far Al Baqir ia berata: Rasulullah mensunnahkan memotong rambut dan kumis pada hari Jum'at. Hadits ini ada pendukung yang bersambung dari Abu Hurairah tapi sanadnya dhaif (lemah). Baihaqi juga meriwayatkan hadits ini dalam bab Al-Syi'b.

Dari hadits di atas ulama berijtihad akan sunnahnya memotong kuku pada hari Jumat. Imam Nawawi dalam Al Majmuk, hlm. 1/340, menyatakan:

وقد نص الشافعي والأصحاب رحمهم الله على أنه يستحب تقليم الأظفار والأخذ من هذه الشعور يوم الجمعة

Artinya: Imam Syafi'i dan ulama madzhab Syafi'i menyatakan sunnah memotong kuku, rambut dan bulu-bulu pada hari Jum'at.

Dalil hadits yang sahih adalah bahwa memotong kuku minimal 40 hari sekali. Nabi bersabda dalam hadits riwayat Muslim dari Aisyah:

وقت لنا في قص الشارب، وتقليم الأظفار، ونتف الإبط، وحلق العانة. ألّا نترك أكثر من أربعين يوما.

Artinya: Nabi menentukan waktu bagi kita dalam memotong jenggot, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, memotong bulu kemaluan untuk tidak melebihi 40 hari.

Dalam menjelaskan hadits ini Al-Qurtubi dalam Al Mufhim menyatakan:

ذكر الأربعين تحديد لأكثر المدة، ولا يمنع تفقد ذلك من الجمعة إلى الجمعة، والضابط في ذلك الاحتياج. وكذا قال النووي: المختار أن ذلك كله يضبط بالحاجة.

Artinya: Penyebutan 40 hari itu adalah batas maksimal. Tidak ada larangan melakukan itu setiap Jumat. Batasan dalam soal ini adalah kebutuhan. Begitu juga yang dikatakan Imam Nawawi: "Pendapat terpilih adalah bahwa semua itu tergantung kebutuhan." (Dikutip Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, 10/346)

0 komentar:

Post a Comment